For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
 Apa itu Desain Interior Perhotelan dan Siapa yang Menggunakannya?

 Apa itu Desain Interior Perhotelan dan Siapa yang Menggunakannya?

Dalam industri perhotelan, pertunjukan desain interior memiliki fungsi yang serupa. Tata letak lobi atau ruang tamu di samping skema warna, pencahayaan, dan pilihan furnitur, sangat mempengaruhi bagaimana kaki tamu dan bagaimana mereka memandang sekelilingnya.

Desain interior keramahan mencakup berbagai tempat yang berbeda. Ini digunakan di restoran, hotel, bahkan toko ritel. Setiap aspek desain dari denah ke warna dinding dan gaya furnitur membuat perbedaan dalam mempengaruhi nada atau suasana tertentu. Tergantung pada nada yang ingin diatur oleh sebuah bisnis, desainer interior dapat memilih pola warna yang cerah dan bersemangat dipasangkan dengan perabotan modern dan aksen dekoratif yang inovatif atau dia mungkin memilih palet warna yang halus dan lebih kalem dipasangkan dengan furnitur mewah dan hiasan dinding sederhana untuk menginspirasi perasaan tenang dan nyaman.

Penerangan dan palet warna berjalan seiring dalam hal desain interior perhotelan. Sebagian besar desainer interior telah dididik untuk mengetahui jenis pencahayaan apa yang akan dipasangkan dengan skema warna cerah dibandingkan dengan yang lebih halus. Pencahayaan tempat juga dapat dipengaruhi oleh pilihan furnitur dan arsitektur bangunan yang sebenarnya. Kamar-kamar dengan langit-langit berkubah mungkin memerlukan perlengkapan dinding yang mengarahkan cahaya ke atas sementara kamar yang lebih kecil dapat memanfaatkan pencahayaan di atas atau lampu sudut. Tidak hanya jenis dan penempatan pencahayaan mempengaruhi suasana ruangan atau bangunan, tetapi tingkat iluminasi juga penting. Cahaya lembut lebih rileks saat pencahayaan yang cerah atau berwarna mengilhami perasaan eksitasi dan energi.

Selain penerangan dan palet warna, beberapa faktor lain ikut bermain dalam ranah desain interior perhotelan. Jenis furnitur yang dipilih menentukan apakah ruangan dimaksudkan untuk menjadi lebih dekoratif atau fungsional dan pengaturan furnitur tersebut berperan dalam membangun suasana juga. Sebuah rencana lantai terbuka di mana furnitur ditempatkan jarang menginduksi suasana, lapang dan bebas sementara kelompok kecil furnitur dapat memicu perasaan tidak nyaman. Ketika mempertimbangkan gaya desain interior perhotelan yang berbeda ada banyak sekali faktor yang harus dipikirkan tetapi keputusan yang paling penting untuk dibuat adalah jenis atmosfer apa yang harus terpengaruh. Perancang interior yang baik akan mampu membuat semua aspek desain interior perhotelan bekerja sama untuk menciptakan rasa yang kohesif dalam berlangganan nada atau suasana tertentu.