For a better experience please change your browser to CHROME, FIREFOX, OPERA or Internet Explorer.
Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Ajukan Pinjaman Rumah dengan BPJS

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Ajukan Pinjaman Rumah dengan BPJS

Kita semua tentunya memiliki mimpi untuk memiliki rumah sendiri, namun membeli lunas hunian tentunya menjadi sangat berat untuk dilakukan karena setiap tahun harga properti terus-menerus melambung. Terdapat juga pilihan untuk mengajukan (KPR), namun untuk moda ini juga dibutuhkan DP (down payment) yang tidak sedikit. Nah, ada pilihan moda lain untuk mewujudkan rumah impian, yaitu BPJS. Berikut beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengajukan cicilan rumah dengan BPJS Urbaners. Check it out!

Sumber Foto: Decorpad

Sumber Foto: Decorpad

Besarnya Penghasilan

Hitung Penghasilan Bersih. Ada batasan-batasan besaran uang pinjaman yang dapat diberikan pihak BPJS. Angkanya akan bergantung pada gaji yang diterima tiap bulannya. Terdapat tiga jenis besaran PUMP yang bisa diperoleh oleh pekerja:

-Besaran pertama senilai Rp20 juta yang dikhususkan kepada para pekerja dengan gaji tidak melebihi Rp5 juta.

-Besaran PUMP kedua mencapai Rp35 juta. Angka tersebut dapat diajukan oleh para pekerja yang pendapatannya berkisar Rp5 juta sampai Rp10 juta.

-Besaran terakhir mencapai Rp50 juta. Pinjaman ini baru bisa diberikan kepada pekerja yang penghasilan per bulannya telah lebih dari nominal Rp10 juta.

Dengan mengetahui besaran dana yang bisa diperoleh dari program PUMP, Anda dapat menyesuaikan harga rumah dan DP maksimal. Pilihlah rumah dengan DP yang tidak melebihi batas dana pribadi dan PUMP, Urbaners.

Sumber Foto: intageindustrialstyle

Sumber Foto: intageindustrialstyle

2. Persyaratan PUMP

Berikut berbagai persyaratan yang mesti dipenuhi ketika mengajukan PUMP:

  • Surat pernyataan bermaterai yang menyatakan belum memiliki rumah
  • Sudah aktif minimal selama setahun menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan
  • Perusahaan tempat bekerja mau menjadi penanggung jawab pengurusan PUMP dan memberikan rekomendasi untuk pekerja yang bersangkutan kepada BPJS Ketenagakerjaan
  • Upah maksimal Rp4,5 juta bagi pekerja yang ingin mengambil KPR bersubsidi
  • Menyetujui dan menyepakati pembelian rumah yang ditawarkan pengembang, mulai dari lokasi, harga, tipe rumah, besaran DP KPR, suku bunga KPR, hingga tenor atau jangka waktu pinjaman
  • Memiliki Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) dari bank pemberi KPR sebagai bukti lulus seleksi KPR
  • Pembayaran angsuran dilakukan kolektif dari perusahaan yang menjadi penanggung jawab pekerja
Sumber Foto: Brittini

Sumber Foto: Brittini

3. Mekanisme Program

Setelah mengetahui besaran pinjaman yang bisa didapatkan dan segala jenis persyaratan yang dibutuhkan agar dapat mengikuti program PUMP, langkah selanjutnya yang mesti dilakukan adalah mengajukan diri dalam program tersebut. Dalam pengajuan tersebut, ada mekanisme yang harus dilalui.

  • Pertama, pekerja meminta surat rekomendasi kepada perusahaan tempat bekerja untuk dapat memenuhi salah satu syarat yang mesti ada dalam program PUMP.
  • Setelah mendapatkan rekomendasi, Anda bisa langsung melirik KPR yang diincar. Ajukan KPR kepada pihak terkait tersebut untuk pada akhirnya bisa mendapatkan SP3K.
  • Barulah setelah memiliki rekomendasi dari perusahaan dan SP3K dari pemberi KPR, pekerja dapat ke kantor BPJS untuk melakukan permohonan ikut program PUMP.
  • Jangan lupa membawa persyaratan yang dibutuhkan. Setelah mendapat persetujuan PUMP dari pihak BPJS, barulah pekerja kembali ke pemberi KPR untuk masalah pembayaran DP.

Demikian informasi urbaners, semoga bermanfaat ya. Ayo wujudkan hunian impianmu sekarang juga!

Sumber: dari berbagai sumber